Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 28

SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda – “ Sumpah, Gue Nggak Tau!”



Tragis memang di saat kemerdekaan telah dalam genggaman, saat udara kebebasan tak lagi sukar ditelan. Justru pemuda-pemuda Indonesia tak sedikit yang tak tahu apalagi untuk mengerti tentang apa itu Sumpah Pemuda dan untuk apa Sumpah Pemuda itu diperdengarkan di seluruh hamparan tanah Indonesia.

Memang terkesan culun daan cupu jika tatkala nongkrong di cafe dengan membahas sejarah Sumpah Pemuda ketimbang membahas pertandingan sepak bola atau sinetron. Bayangan tentang apa yang akan terjadi pastilah tak jauh lagi dari olok-olok teman, garing, mati gaya, dan gag zaman. Tapi jelas berbeda jauh dengan jika membahas pertandingan bola yang begitu serunya perebuta sebuah bola antara 22 pemain di lapangan seluas layar televisi. Yang akan terjadi pastilah diperkirakan seperti gaul, keren, up to date dan lain sebagainya.

Cukup terpanggil juga nasionalisme saya saat bercengkrama dengan salah seorang teman sekolah tiba-tiba ada sebuah pesan yang diberi judul “Khotbah Sumpah Pemuda” oleh sang pengirimnya yang isinya adalah sebagai berikut : “ Seluruh kedudukan yang enak diambil orang-orang tua. Mereka hanya pandai korupsi... Angkatan tua itu sungguh-sungguh bobrok. Jangan lupa angkatan muda sedang membuat revolusi dan melahirkan sejarah baru. Kalau mati dengan berani. Kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa bisa menjajah kita.”

Memang kata-kata itu terkesan seperti protes atas kepemimpinan ”orang-orang tua” yang menurutnya tidak memberikan sebuah kepuasan publik. Namun yang saya jadikan fokus dalam hal ini adalah revolusi yang sedang dipersiapkan para pemuda yang dimaksud. Kata-kata itu seakan ingin menunjukkan kualitas pemuda yang bisa melihat dunia lebih luas walau dipandang sebelah mata. Semangatnya berkobar seakan merapuhkan benteng kekuasaan orang-orang tua. Padahal keyakinan-keyakina seperti itulah yang kini mulai pudar di kalangan pemuda kita. Menurut saya, bukan suatu kesombongan jika kata-kata seperti itu terlontar. Justru hal tersebut menunjukkan bahwa masa depan bangsa kita akan semakin cerah dengan adanya orang-orang seperti pengirim sms ini.

Di sisi lain, di sebuah tayangan berita disebuah televisi swasta yang melakukan penjajakan tentang “Apakah itu sumpah pemuda ?” seorang pemuda yang masih mengenakan seragam biru putih dengan seronoknya menjawab, “Sumpah Pemuda?... Sumpah Gue Nggak Tau!”. Hal ini cukup bisa mematahkan semangat yang telah membara dari pemuda yang berpikiran kritis yang rela menghabiskan pulsanya dengan mengirimkan sms yang saya tuliskan di atas ke berpuluh-puluh pemuda lainnya. Pasalnya di zaman seperti ini pengaruh negatif lebih bisa berkembang pesat daripada pertumbuhan jiwa nasionalisme.

Lantas dengan adanya kedua sisi pemuda tersebut, akankah semangat pemuda di Indonesia akan kembali berkobar hanya dengan seorang pemuda yang peduli? Apa tindakan kalian? Hanya duduk saja dan menikmati hasil kebobrokan generasi tua kita?

Jumat, Oktober 24

Pelantikan

Setelah terpilihnya Ketua OSIS melalui proses yang jujur dan terbuka, serta telah tersusunnya kepengurusan OSIS 2008-2009, maka demi keabsahan susunan yang telah ada para pengurus OSIS terpilih dilantik dan disumpah didepan seluruh anggota OSIS dan dewan guru. Bagaimana sumpah dan perasaan mereka setelah dilantik?

US

STRUKTUR KEPENGURUSAN OSIS




OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama((SMP)) dan Sekolah Menengah Atas((SMA)). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.


Latar Belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut.
Sekolah merupakan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:

  1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
  2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
  3. mempertinggi budi pekerti,
  4. memperkuat kepribadian,
  5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.

Untuk mengimplementasikan wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.

Upaya untuk mewujudkan wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap


Selasa, Oktober 7

SUSUNAN KEPENGURUSAN OSIS 2008-2009

SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN
PERIODE 2008-2009


Ketua OSIS : A. Fathur Rahman(XI IS-1)
Wakil 1 : Abdul Mu’is (XI IS-6)
Wakil 2 : Nurul Laili (X-5)
Sekretaris Umum : Nur Maulidiyah (XI IA-1)
Wakil Sekretaris : Yanti (X-10)
BendaharaUmum : Anis Riski Diah Utami (XI IA-1)
Wakil Bendahara : M. Firman Maulidi (X-1)


Sekbid. Kerohanian

Nurus Samaniyah (XI IA-1)
Inayatul Mufidah (XI IA-4)
Windhi Ayu (X-4)
Sofyan As’ari (X-7)
Yuni Rahmawati (X-9)

Sekbid. Politik Kepemimpinan

Erna Yulianti (XI IA-1)
Fuad Amirullah (XI IA-5)
Ekky Kurnia (X-12)
Wiji Asri (X-9)

Sekbid. Berbangsa & Bernegara

Tri Sukma Daya Ningrum (XI IA-6)
Rizal Kurniawan (XI IA-3)
Fatimatuz Zahro (X-10)
Ulul Rizal (X-12)
M. Fikri (X-1)

Sekbid.Budi Pekerti

Al-Rosy (XI IA-4)
M. Idrus (XI-BHS)
Arthur Herkuntatio (X-7)
Oktaviana (X-4)

Sekbid Jasmani & Kesehatan

Wichaksono Putro (XI IA-4)
M. Abidin (XI IA-4)
Yudha P. (X-9)
Isyati Syahru (X-1)

Sekbid Apresiasi Seni

Rizki Tirta (XI IA-5)
Aries Dewi Mashita (XI IA-3)
M.Iqbal (X-1)
Eka Fidya (X-10)
Fenti (X-9)

Flag Counter

free counters